Jelajahi
AI & Technology

Cina Resmi Merilis GPU Sendiri: Tantangan Baru untuk NVIDIA dan AMD

M Tajul Munandar
24 August 2025 406 Views 5 min read

Selama bertahun-tahun, dunia kartu grafis (VGA/GPU) didominasi oleh dua raksasa teknologi asal Amerika Serikat, yaitu NVIDIA dan AMD. Kedua perusahaan ini menguasai pasar global, mulai dari kebutuhan gaming, workstation, hingga komputasi kecerdasan buatan (AI). Namun, dominasi tersebut perlahan-lahan mulai mendapat tantangan baru. Kali ini, tantangan datang dari Cina, negara yang belakangan sangat agresif mengembangkan teknologi mandiri untuk mengurangi ketergantungan pada produk asing.

Baru-baru ini, perusahaan teknologi asal Cina merilis dua chip grafis baru: Lisuang 7G106 dan 7G105, yang diproduksi dengan teknologi fabrikasi 6nm. Menariknya, performa GPU ini diklaim setara dengan NVIDIA RTX 4060, sebuah kartu grafis kelas menengah yang mampu memainkan game berat pada resolusi 4K dengan pengaturan tinggi (High) dan tetap menjaga frame rate (FPS) yang stabil. Dengan kehadiran GPU ini, Cina seakan mengumumkan ke dunia bahwa mereka siap menyaingi raksasa GPU global.


Latar Belakang: Mengapa Cina Perlu Membuat GPU Sendiri?

Ada beberapa alasan mendasar mengapa Cina memilih untuk mengembangkan GPU buatan sendiri:

  1. Ketergantungan pada Barat
    Selama ini, hampir semua komputer dan server di Cina menggunakan GPU buatan NVIDIA atau AMD. Padahal, GPU bukan hanya soal gaming, melainkan komponen vital dalam riset AI, komputasi sains, hingga keamanan nasional. Ketergantungan ini membuat Cina rentan terhadap embargo dan sanksi.

  2. Sanksi Teknologi dari Amerika Serikat
    Beberapa tahun terakhir, AS memberlakukan pembatasan ekspor teknologi canggih ke Cina, termasuk GPU kelas atas. Hal ini mempersempit ruang gerak perusahaan-perusahaan teknologi Cina, terutama di bidang AI dan superkomputer. Solusinya jelas: mereka harus membuat teknologi sendiri.

  3. Ambisi Menjadi Pemimpin Teknologi Global
    Cina memiliki visi besar untuk menjadi pemimpin dunia dalam bidang teknologi. Dengan memproduksi GPU, mereka bukan hanya mengurangi ketergantungan, tetapi juga membuka jalan menuju kedaulatan teknologi.


Teknologi di Balik GPU 6nm Lisuang 7G106 & 7G105

GPU baru buatan Cina ini diproduksi dengan proses fabrikasi 6nm, sebuah teknologi yang tergolong modern meskipun belum seefisien 3nm atau 4nm yang sudah digunakan oleh produsen chip terdepan. Namun, 6nm tetap cukup kompetitif, terutama bila dipadukan dengan arsitektur yang efisien.

Beberapa klaim menarik terkait GPU ini antara lain:


Dampak bagi Industri Global

Kehadiran GPU buatan Cina membawa beberapa dampak besar:

  1. Persaingan Baru untuk NVIDIA dan AMD
    Selama ini persaingan GPU hanya berkutat pada dua pemain utama. Dengan masuknya Cina, peta persaingan bisa berubah, terutama di pasar domestik Cina yang sangat besar.

  2. Peningkatan Inovasi
    Persaingan baru mendorong perusahaan untuk terus berinovasi. NVIDIA dan AMD mungkin akan mempercepat riset mereka untuk tetap unggul.

  3. Peluang Pasar Baru
    GPU buatan Cina bisa jadi lebih murah dibanding produk sekelas dari NVIDIA atau AMD. Jika kualitasnya teruji, negara-negara berkembang bisa tertarik untuk mengadopsinya.

  4. Isu Keamanan dan Politik
    Di sisi lain, GPU Cina mungkin menghadapi resistensi dari negara-negara Barat karena isu keamanan siber dan geopolitik.


Tantangan yang Harus Dihadapi

Meski terlihat menjanjikan, jalan Cina untuk menyaingi NVIDIA dan AMD masih panjang. Beberapa tantangan yang perlu mereka hadapi antara lain:

  1. Ekosistem Software
    GPU tidak hanya soal hardware, tapi juga software pendukung. NVIDIA punya CUDA, sebuah platform yang sangat dominan di dunia AI. Cina harus membangun ekosistem software sendiri agar GPU mereka bisa digunakan secara luas.

  2. Driver dan Dukungan Game
    Dunia gaming sangat bergantung pada optimisasi driver. NVIDIA dan AMD butuh puluhan tahun untuk menyempurnakan driver mereka agar kompatibel dengan ribuan game. Cina masih harus mengejar ketertinggalan ini.

  3. Produksi Massal
    Membuat prototype GPU adalah satu hal, tapi memproduksi secara massal dengan kualitas konsisten adalah tantangan lain. Dibutuhkan rantai pasok yang kuat dan teknologi fabrikasi canggih.

  4. Branding dan Kepercayaan Konsumen
    Pasar global sudah terbiasa dengan merek NVIDIA dan AMD. Butuh waktu panjang agar gamer dan profesional percaya dengan produk baru asal Cina.


Strategi Cina untuk Sukses

Agar GPU buatan mereka bisa sukses, ada beberapa strategi yang mungkin ditempuh Cina:


Masa Depan GPU Cina

Rilis GPU 6nm Lisuang 7G106 & 7G105 hanyalah permulaan. Jika konsisten, dalam beberapa tahun ke depan Cina bisa merilis GPU dengan fabrikasi lebih kecil (5nm atau bahkan 3nm) dan performa yang lebih tinggi. Tidak menutup kemungkinan suatu hari nanti Cina mampu menyaingi bahkan melampaui NVIDIA dan AMD dalam beberapa sektor, terutama AI dan superkomputer.

Namun, untuk pasar gaming global, perjalanan masih panjang. Gamer internasional sangat kritis terhadap kualitas, stabilitas driver, dan kompatibilitas. Jika Cina bisa membuktikan kualitas GPU mereka lewat benchmark independen dan review positif, lambat laun mereka akan mendapatkan tempat di hati konsumen.


Kesimpulan

Kehadiran GPU buatan Cina menandai babak baru dalam dunia teknologi grafis. Dengan GPU 6nm Lisuang 7G106 & 7G105 yang diklaim setara RTX 4060, Cina menunjukkan keseriusan mereka untuk mandiri di bidang semikonduktor dan siap menantang dominasi NVIDIA serta AMD.

Meski masih banyak tantangan, potensi keberhasilan mereka tidak bisa diremehkan. Jika ekosistem software, driver, dan produksi massal bisa disempurnakan, dunia bisa melihat lahirnya pemain besar ketiga dalam industri GPU.

Dan pada akhirnya, semakin banyak persaingan, semakin besar pula keuntungan bagi konsumen, baik dari segi harga maupun inovasi. Dunia teknologi grafis kini memasuki era yang lebih dinamis, dan semua mata tertuju pada langkah berikutnya dari Cina.