Indonesia resmi punya ekstensi domain internet barunya sendiri yang dikhususkan untuk sektor kecerdasan buatan: .ai.id. Domain ini dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia) bekerja sama dengan Korika, dan diposisikan bukan sekadar sebagai alamat website baru, melainkan sebagai bagian dari apa yang disebut pemerintah sebagai "deklarasi kedaulatan digital" — memastikan identitas brand dan inovasi AI Indonesia punya rumah digital sendiri, bukan sekadar menumpang ekstensi domain global seperti .ai yang justru dikelola oleh negara lain (Anguilla).
Ada 4 Tahap Pendaftaran — dan Kamu Mungkin Sedang di Tahap Paling Penting
Peluncuran domain .ai.id dilakukan bertahap, dan saat ini publik sedang berada di tahap kedua:
- Sunrise (2 Juni – 2 Juli 2026) — sudah selesai. Tahap ini khusus untuk pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia, memberi mereka prioritas mengamankan nama domain sesuai brand mereka.
- Grandfather (13 Juli – 13 Agustus 2026) — sedang berlangsung sekarang, dan ini yang paling relevan buat banyak pemilik website/bisnis: siapa pun yang sudah punya domain .id aktif bisa mengamankan versi .ai.id dari domain yang sama, sebelum dibuka untuk umum.
- Landrush (24 Agustus – 24 September 2026) — publik umum bisa mendaftar domain strategis, tapi lewat skema harga premium (lebih mahal dari harga normal).
- General Availability (mulai 5 Oktober 2026) — pendaftaran terbuka penuh untuk publik lewat registrar resmi, dengan sistem siapa cepat dia dapat (first come, first served). Kalau ada lebih dari satu pihak yang mengincar nama domain yang sama, penentuannya lewat mekanisme lelang terbuka.
Artinya, kalau kamu sudah punya website dengan domain .id (misalnya namabisnismu.id atau namabisnismu.co.id), kamu sedang berada di jendela waktu prioritas untuk mengamankan versi .ai.id-nya sebelum publik umum bisa ikut berebut di tahap Landrush dan General Availability nanti.
Kenapa Domain .ai.id Ini Penting Buat Strategi Digital, Bukan Cuma Gengsi?
Bagi pelaku bisnis dan digital marketing, punya domain .ai.id bisa jadi lebih dari sekadar alamat website baru:
- Sinyal positioning brand. Domain dengan embel-embel
.ailangsung memberi kesan bahwa brand/produkmu berhubungan dengan teknologi AI — relevan buat startup, konsultan, atau layanan yang memang berbasis kecerdasan buatan. - Perlindungan identitas digital lebih awal. Sama seperti kasus banyak brand besar yang dulu kecolongan tidak mendaftarkan domain
.co.idlebih awal lalu harus membeli kembali dari pihak lain dengan harga mahal, mendaftar di fase awal (Sunrise/Grandfather) jauh lebih murah dan aman dibanding menunggu sampai fase Landrush yang harganya premium. - Menghindari kebingungan pasar. Kalau kompetitor atau pihak tidak bertanggung jawab mendaftarkan nama brand-mu duluan di domain
.ai.id, itu berpotensi membingungkan calon pelanggan atau bahkan disalahgunakan untuk penipuan mengatasnamakan brand-mu.
Bagaimana Cara Daftarnya?
Untuk tahap Grandfather yang sedang berlangsung, pemilik domain .id aktif bisa mendaftarkan versi .ai.id-nya melalui registrar resmi yang bekerja sama dengan PANDI. Karena ini tahap prioritas berbasis kepemilikan domain yang sudah ada, prosesnya umumnya lebih sederhana dibanding pendaftaran domain baru dari nol — tapi tetap disarankan mengecek langsung ke registrar domain .id yang kamu pakai sekarang untuk detail teknis dan biayanya.
Bukan Cuma soal Domain — Ini Bagian dari Ambisi Lebih Besar
Peluncuran .ai.id sejalan dengan dorongan pemerintah yang lebih luas soal AI berdaulat (sovereign AI) — membangun ekosistem AI Indonesia dari infrastruktur dasar hingga identitas digital secara mandiri. Buat pelaku industri kreatif dan digital, ini juga jadi sinyal bahwa ekosistem AI lokal sedang diseriusi lewat kebijakan konkret, bukan sekadar wacana.
💬 Comments (0)
Bergabung dengan 0 orang yang sudah berkomentar. Apa pendapatmu?
Belum ada komentar untuk berita ini.